> " do not only work hard but work smartly - jangan hanya bekerja dengan keras, tetapi bekerjalah dengan cerdas

Dalam Kehidupan

ada 3 hal yang takkan kembali :
1. waktu,
2. ucapan,
3. Kesempatan.

ada 3 hal jangan sampai hilang :
1. Kasih sayang
2. Harapan,
3. Cinta

ada 3 hal yang berharga :
1. Kejujuran,
2. Kepercayaan,
3. Sahabat.

ada 3 hal yang tdk boleh dilupakan :
1. Tuhan,
2. Orangtua,
3. the Blogger

...

feel


Dimana pun kau berada..

Entah kau senang atupun sedih...

Aku akan ada disana..

Rasakanlah dalam hatiMU....


Jalan ini terlalu panjang untuk kau tapaki sendiri

Ijinkan aku untuk menemaniMu melangkah dijalan ini

Membagi sedikit sukacita yang kau punya untukku...

Menitipkan padaku duka hati yang selama ini kau simpan...

Yach...aku ingin rasakan...apa yg kau rasakan...



NS'









candu kopi


Minum bercangkir-cangkir kopi dalam sehari sudah menjadi kebiasaan beberapa orang. Jika tak minum kopi, si ketagihan kopi akan merasa badannya tidak fit. Kenali gejala-gejala kecanduan kopi.






Konsumsi kopi terlalu berlebihan memang bisa mengakibatkan kecanduan dan dapat menimbukan efek bahaya bagi tubuh. Karena kopi adalah minuman yang dapat merangsang dan memiliki efek langsung pada tubuh dan pikiran yaitu menyegarkan serta menambah energi baik secara fisik maupun mental.

Kopi juga merangsang otak dan membuat tubuh melepaskan hormon stres dalam darah. Jika stimulasi yang diberikan terlalu berlebihan akan menyebabkan tubuh terjaga dan secara praktis merampas pikiran dan energi.

Seperti dikutip dari Hubpages, Sabtu (10/4/2010) kecanduan kopi biasanya terjadi jika timbul suatu keinginan yang kuat untuk minum kopi setelah dihentikan beberapa waktu.

Saat si pecandu kopi tak minum kopi muncul gejala seperti:

  1. Rasa lelah sepanjang hari
  2. Perut mulas
  3. Mudah marah
  4. Terjadi gangguan tidur
  5. Rasa tidak nyaman di leher, bahu, punggung, perut, tangan dan kaki
  6. Sembelit
  7. Perasaan khawatir dan gelisah
  8. Sulit konsentrasi
  9. Pusing.

Gejala yang timbul ini merupakan bagian dari penarikan kafein (withdrawal) yang akan timbul setelah 12 hingga 24 jam dari waktu terakhir kali orang tersebut mengonsumsi kopi.

Salah satu fakta yang paling menarik mengenai kecanduan kopi adalah meningkatnya toleransi tubuh terhadap zat yang terkandung di dalam kopi.

Peningkatan toleransi ini menunjukkan semakin banyaknya jumlah zat yang diminta tubuh agar bisa memberikan efek yang sama pada tubuh dan pikiran. Dengan kata lain jika dulu dibutuhkan hanya secangkir kopi, maka lama kelamaan membutuhkan lebih dari 1 cangkir.

Jika seseorang sudah kecanduan kopi, maka hal penting yang harus dilakukan adalah mengurangi konsumsinya secara perlahan-lahan. Langsung berhenti tidak mengonsumsi kopi sama sekali bukanlah hal yang mudah, karena bisa menimbulkan efek yang membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Karenanya disarankan seseorang untuk berhenti secara bertahap, dimulai dengan mengurangi 1 cangkir setiap harinya dan bisa diganti dengan minuman yang menyehatkan lain seperti teh hijau, teh herbal atau jus. Setelah itu ditambah jumlah cangkir kopi yang harus dikuranginya.

Menghilangkan kecanduan kopi masih lebih mudah dibandingkan dengan kecanduang alkohol atau obat-obatan psikoaktif lainnya.

Hal penting yang harus dilakukan saat ingin menghilangkan kecanduan adalah mengonsumsi air putih yang cukup, makan seimbang dan olahraga secara teratur. Karena faktor ini bisa mengurangi efek withdrawal atau penarikan kafein.

Jika kecanduan kafein atau kopi tidak segera ditangani, maka nantinya dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular, sistem saraf dan juga sistem pencernaan. Sehingga penting untuk mengenali dan memahami gejala-gejala kecanduan kopi.



sumber : detik.com

Oppung Doli

Keseriusan yang tampak pada wajah oppung doli saat membaca surat kabar pagi ini. Tapi bukan surat kabar yang biasa dia baca, itu juga karena udah beda tempat atau lokasi. Oppung... koran atau surat kabar yang biasa oppung baca itu kita alihkan lah dulu untuk sementara yah, kataku. Kebiasaan membaca merupakan salah satu sifat yang aku banggakan darinya. Tidak kenal waktu, tempat dan situasi beliau tetap melakukan aktifitas ini.. Seorang pensiunan di bidang pendidikan itulah beliau. Dia berkata, buku atau surat kabar, atau media lain merupakan jendela dunia.

Sungguh sangat bahagia luar biasa bisa bertemu kembali dengan oppung doli. Kondisi fisik yang masih fit tetap tampak pada dirinya,
76 tahun kini beliau. Olahraga pagi, jogging tetap beliau lakukan. Oppung doli dalam bahasa batak diperjemahkan kakek dalam bahasa indonesia.

Selamat datang kembali buat oppung doli di bekasi - jawa barat, semoga oppung dapat terhibur selama tinggal dengan kami anak-anakmu dan cucu-cucumu dalam Mengisi hari-harimu tanpa oppung boru yang telah tenang berada di sisiNya.

...

Tidak Bikin Haus?

Saat sedang tidur manusia tidak akan merasa haus dan dehidrasi, padahal manusia bisa tidur hingga berjam-jam. Apa yang menyebabkan orang tidak merasa haus saat tidur?

Sebuah penelitian menunjukkan jam internal tubuh telah membantu mengatur hormon penyimpanan air sehingga dehidrasi tidak terjadi saat tidur dan tubuh tetap hidrasi (berair).

Dua ahli neurofisiologis yakni Eric Trundel dan Charles Bourque dari Research Institute of the McGill University Health Centre di Montreal, Kanada mengungkapkan mekanisme sistem sirkadian atau jam biologis tubuh yang mengatur kontrol air. Hasil penelitian itu telah dimuat dalam artikel yang diterbitkan Nature Neuroscience.

Mekanisme pengontrolan air itu dengan cara mengaktifkan sel yang berfungsi melepaskan vasopresin, yaitu hormon yang menginstruksikan tubuh untuk menyimpan air. Karena hormon ini, sistem sirkadian menjaga tubuh tetap terhidrasi selama tidur dan orang yang tidur tidak mengalami dehidrasi.

"Kami sudah tahu lama bahwa ada kadar hormon vasopresin yang tinggi saat sedang tidur, tapi tak ada yang tahu bagaimana hal itu bisa terjadi," ujar Christopher Colwell, pakar saraf dari David Geffen School of Medicine at the University of California, Los Angeles, seperti dikutip dari ScientificAmerican, Senin (1/3/2010).

Tubuh mengatur kandungan air untuk menyeimbangkan asupan air dengan menimbulkan rasa haus akibat hilangnya air melalui urin. Sedangkan orang tidak minum selama tidur, karenanya tubuh berusaha meminimalkan hilangnya air agar tetap hidrasi.

Para ilmuwan menyadari bahwa kadar air yang rendah bisa merangsang kelompok sel yang disebut neuron osmosensory. Hormon ini langsung mengatur neuron lain untuk melepaskan vasopresin ke dalam aliran darah. Hal inilah yang menyebabkan tingkat vasopresin meningkat selama tidur dan tidak menyebabkan dehidrasi.

Trudel dan Bourque mencoba menguji aktivitas neuron yang memungkinkan aktivitas neuron osmosensory lebih mudah. Kemdian mengaktifkan neuron vasopresin-releasing yang membuat lebih banyak air dalam tubuh. Serta mengurangi retensi urin selama tidur.

Hasil penelitian ini menunjukkan sel jam (clock cell) berfungsi sebagai saklar untuk mengendalikan air. Ketika aktivitas sel ini sangat aktif, sel-sel secretory dicegah untuk memberikan perintah melepaskan vasopresin.

Tapi saat sel ini kurang aktif, maka sel sensoris secretory dapat dengan mudah menginstruksikan sel-sel untuk melepaskan vasopresin dan memastikan tubuh memiliki cadangan air yang cukup.

Bourque berharap di masa depan dapat terungkap apakah mekanisme yang sama dapat terjadi pada sistem yang mengatur lapar, kantuk dan aspek-aspek fisiologis lain yang berhubungan dengan sistem sirkadian.


sumber : detik.com