Doa Para Lajang
premium vs pertamax
Kekasih standar selalu ingat senyum di wajahmu.
Kekasih sejati juga mengingat wajahmu ketika bersedih.
Kekasih standar akan membawamu makan makanan yang enak-enak.
Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang kamu suka.
Kekasih standar setiap detik selalu menunggu telpon dari kamu.
Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin menelponmu.
Kekasih standar selalu mendoakanmu kebahagiaan.
Kekasih sejati selalu berusaha memberimu kebahagiaan.
Kekasih standar mengharapkan kamu berubah demi dia.
Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk kamu.
Kekasih Standar paling sebal jika kamu menelpon waktu dia tidur.
Kekasih Sejati akan menanyakan kenapa sekarang kamu baru telpon?
Kekasih standar akan mencarimu untuk membahas kesulitanmu.
Kekasih sejati akan mencarimu untuk memecahkan kesulitanmu.
Kekasih standar selalu bertanya mengapa kamu selalu membuatnya sedih?
Kekasih sejati akan selalu menanyakan diri sendiri mengapa membuat kamu sedih?
Kekasih standar selalu memikirkan penyebab perpisahan.
Kekasih sejati memecahkan penyebab perpisahan.
Kekasih standar bisa melihat semua yang telah dia korbankan untukmu.
Kekasih sejati bisa melihat semua yang telah kamu korbankan untuknya.
Kekasih standar berpikir bahwa pertengkaran adalah akhir dari segalanya.
Kekasih sejati berpikir, jika tidak pernah bertengkar tidak bisa disebut cinta sejati.
Kekasih standar selalu ingin kamu disampingnya,menemaninya selamanya.
Kekasih sejati selalu berharapselamanya bisa disampingmu, menemanimu.
Hidup Merantau
Bagi sebagian besar orang yang kurang beruntung, merantau sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya, termasuk saya. Ada yang merantau sejak remaja atau saat sudah dewasa bahkan ada yang harus hidup merantau saat umur sudah tua. Secara harfiah, merantau bisa diartikan sebagai kegiatan migrasi, pindah tempat tinggal dan hidup di daerah selain asal kelahirannya untuk bekerja, mencari pengalaman dan/atau untuk mencapai kesuksesan secara finansial dan sosial. Menurut Wiki, merantau adalah suatu aktivitas di mana seseorang pergi dari tempat asalnya ke daerah lain.
Saya sendi
ri secara resmi mulai merantau sejak masuk Kuliah di Kota Medan kemudian dilanjutkan mencari kerja di Ibukota Negara Indonesia sampai sekarang terdampar di Bekasi, masih tetap melakoni pekerjaan yang sama: merantau. Jika dihitung2 kurang lebih sudah 7 tahun hidup merantau, jauh dari orangtua, tetangga, masyarakat dan daerah kelahiran. Banyak hal yang melatarbelakangi mengapa orang hidup merantau tapi secara umum disebabkan karena alasan2 sosial dan ekonomi. Ada yang merantau demi pendidikan yang lebih baik karena tidak ada sekolah/universitas yang representatif di daerah asal, ada yang merantau karena suatu pekerjaan yang lebih baik, yang pada umumnya tersedia di kota2 besar. Ada juga yang merantau karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan misalnya pegawai negeri atau tugas negara, ada juga yang merantau karena semata2 ingin mencari pengalaman contohnya, saya mempunyai teman yang bisa dibilang secara ekonomi dan tingkatan pendidikan yang bagus tapi memilih hidup merantau karena ingin menumbuhkan sifat kemandirian dan rasa tanggungjawab, saya sebut dia ‘kurang kerjaan’ dan tentunya masih banyak lagi alasan2 spesifk mengapa orang harus hidup merantau.
Pertanyaannya sekarang, sampai kapankah akan hidup merantau? Saya sendiri belum tahu pasti kapan saya akan mengakhiri hidup merantau ini. Bisa beberapa tahun, sampai tua atau bahkan mungkin untuk selamanya. Terkadang hidup merantau penuh dengan penderitaan. Saat rasa rindu akan kampung halaman menyerang, tidak banyak yang bisa dilakukan. Hidup dirantauan terkadang terasa tidak normal, terkadang merasa ‘kalah’ dari teman2 lain yang tetep tinggal di daerah asal dan tetap bisa survive. Sementara saya harus pergi jauh untuk tujuan hidup yang sama sebenarnya, yaitu kebahagiaan. Apakah hidup merantau itu sebuah pilihan? Iya, karena secara sadar kita putuskan dan lakoni untuk meraih apa yang kita cita2kan. Apakah hidup merantau itu paksaan? Iya, karena alam bawah sadar sebenarnya masih merasa bahwa tidak ada tempat yang seindah daerah kelahiran. Merantau menjadi sebuah paksaan ego atas hati nurani. Ego untuk mencapai berbagai macam hal atas nama kebahagiaan.